RAJAH PELEBUR ASMARA
Berikut ini
adalah ilmu untuk menolak pelet dan melebur rasa cinta dalam diri
seseorang. Saya harap ilmu ini hanya diterapkan untuk memutus tali kasih
yang tidak wajar saja, bukan untuk main-main atau sekedar balas dendam.
Misalnya penyembuhan akibat terkena pelet atau guna-guna. Atau untuk
melebur jalinan cinta dari istri atau suami yang terjerat cinta
terlarang dengan orang lain (selingkuh).
Berikut tata caranya:
Ritual:
- Lakukan Puasa bilaa ruuhin (sahur dan berbuka menghindari makanan dari yang bernyawa seperti daging, telur, susu, madu dll) selama 6 hari.
- Puasa dimulai hari Weton dari orang yang terkena tuah ajian pelet.
- Selama puasa perbanyaklah dzikir dan berdoa kepada Allah SWT, semoga diijabahi apa yang menjadi harapan anda.
- Setelah selesai masa puasa, kemudian tulislah Rajah ayat dibawah ini.
Penulisan Rajah:
- Suci badan, tempat dan alat yang akan digunakan.
- Tulislah Rajah dibawah ini pada permukaan piring putih. Ikutilah kaidah cara penulisan Rajah.
- Titik-titiknya diisi dengan Nama orang yang terkena tuah ajian pelet beserta nama ayahnya.
- Kemudian tuangkan air kedalam permukaan piring tersebut, biarkan hingga tulisan bercampur dengan air.
- Sambil bacakan ayatnya sebanyak jumlah NEPTU orang yang bersangkutan.
Cara Pemakaian:
- Tuangkan air yang telah diberi doa ini kedalam gelas atau tempat minum lainnya kemudian diminumkan kepada orang yang terkena ajian pelet.
- InsyaAllah, orang tersebut akan segera normal kembali, terbebas dari pengaruh pelet atau jalinan cinta terlarang.
- Bacaan niat pada saat akan menyajikan minuman ini adalah sebagai berikut:
“Ya
Allah dengan kebenaran ayat ini leburkanlah perasaan cinta … bin/binti …
Karena sesungguhnya Engkau Maha Pelaksana terhadap apa saja yang Engkau
kehendaki dan Engkaulah Maha Penyayang diantara para penyayang.
Matilah kehendakmu … bin/binti … untuk mencintai terhadap …”
Matilah kehendakmu … bin/binti … untuk mencintai terhadap …”
Rajah ayat yang ditulis:
Yang dibaca (jumlah sesuai Neptu):
“Wa
qiilal yauma nansaakum kamma nasiitum li qoo-a yaumikum haadza, wa
nasiya maa qoddamat yadaah, Wa la Qod ahidnaa ilaa aadama min qolbu fa
nasiya wa lam najid lahuu azmaa. Wa kadzaalikal yauma tansaa … bin/binti
…
Arti dari rajah ayat diatas adalah:
“Dan
dikatakan (kepada mereka): “Pada hari ini Kami melupakan kamu
sebagaimana kami telah melupakan pertemuan (dengan) hari-mu ini. Dan
lupakanlah dia apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya. Dan
sesungguhnya telah kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa
(akan perintah itu), dan tidak kami dapati padanya kemauan yang kuat.
Demikian pula lupalah … bin/binti ….”
Keterangan:
- Rajah diatas diambil dari ayat Quran S.Jaatsiyah: 34, S.Kahfi: 57, S. Thaahaa:115.
- Bila anda tidak tahu WETON dan jumlah NEPTU, silahkan (( KLIK DISINI ))
Semoga bermanfaat.
—oOo—
Ki UmarJogjarasasejati.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar